Gejala diabetes yang harus diwaspadai penting dikenali sejak awal karena diabetes sering berkembang perlahan dan pada banyak orang tidak langsung menimbulkan tanda yang jelas. CDC, NIDDK, dan NHS sama-sama menjelaskan bahwa diabetes dapat menimbulkan gejala seperti sering haus, sering buang air kecil, cepat lelah, penglihatan kabur, dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Pada diabetes tipe 2, gejala bisa muncul perlahan selama bertahun-tahun dan kadang sangat ringan sehingga tidak disadari.
Diabetes adalah kondisi ketika kadar gula darah terlalu tinggi. Jika tidak dikenali dan ditangani, kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat merusak mata, ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh darah. Karena itu, mengenali gejala diabetes yang harus diwaspadai bukan hanya soal mengetahui tanda awal penyakit, tetapi juga langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius di kemudian hari.
Banyak orang mengira diabetes hanya terjadi pada orang yang lebih tua, padahal CDC menjelaskan bahwa diabetes tipe 2 kini juga makin banyak ditemukan pada anak, remaja, dan dewasa muda, sementara diabetes tipe 1 dapat muncul pada usia berapa pun. Itulah sebabnya edukasi tentang tanda-tanda diabetes penting untuk semua kelompok usia, terutama bila ada faktor risiko seperti riwayat keluarga, berat badan berlebih, kurang aktivitas fisik, atau pernah memiliki gula darah tinggi sebelumnya.

BACA JUGA ARTIKEL : https://unesco.or.id
Mengapa Gejala Diabetes Harus Dikenali Lebih Awal
Gejala diabetes yang harus diwaspadai sering tampak sederhana dan mudah dianggap sepele. Rasa haus misalnya, kerap dianggap akibat cuaca panas. Sering buang air kecil bisa disangka karena terlalu banyak minum. Tubuh yang cepat lelah pun sering dikira akibat kurang tidur atau terlalu banyak aktivitas. Padahal jika beberapa gejala ini muncul bersamaan atau berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut patut diperhatikan.
Deteksi dini penting karena banyak orang baru mengetahui dirinya mengalami diabetes setelah muncul masalah lain, seperti luka yang sulit sembuh, infeksi berulang, gangguan penglihatan, atau hasil pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan gula darah tinggi. NIDDK menyebut bahwa sebagian orang dengan diabetes tipe 2 bahkan tidak menyadari gejalanya sampai komplikasi mulai muncul.

Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 Bisa Berbeda Pola Gejalanya
CDC menjelaskan bahwa gejala diabetes tipe 1 cenderung dapat muncul lebih cepat, bahkan dalam hitungan minggu atau bulan, dan bisa menjadi berat. Sebaliknya, diabetes tipe 2 sering berkembang perlahan selama beberapa tahun dan kadang nyaris tanpa gejala yang jelas. Karena itu, orang yang tampak sehat pun tetap bisa memiliki diabetes tanpa menyadarinya.
Tidak Semua Orang Mengalami Gejala yang Sama
Setiap orang dapat menunjukkan gejala yang berbeda. Ada yang pertama kali merasakan haus terus-menerus, ada yang lebih dulu merasa lemah dan cepat lelah, dan ada pula yang baru menyadarinya setelah penglihatan mulai kabur atau berat badan turun tanpa sebab. NHS dan NIDDK sama-sama menekankan bahwa tidak semua penderita mengalami semua gejala.
Gejala Ringan Tetap Perlu Diperhatikan
Walau terasa ringan, gejala yang berulang atau menetap tetap layak diperiksa. Banyak kasus diabetes tipe 2 tidak disadari justru karena gejalanya berkembang pelan dan tidak terasa mengganggu di awal. Semakin cepat diketahui, semakin besar peluang untuk menekan risiko komplikasi.
Gejala Diabetes yang Harus Diwaspadai Paling Umum
Ada beberapa gejala inti yang paling sering dikaitkan dengan diabetes. Gejala-gejala ini muncul karena tubuh tidak dapat mengatur gula darah dengan baik, sehingga kelebihan glukosa memengaruhi kerja ginjal, energi tubuh, cairan tubuh, dan jaringan lain. CDC, NIDDK, NHS, dan Mayo Clinic menempatkan beberapa tanda berikut sebagai gejala utama diabetes.
1. Sering Haus
Rasa haus berlebihan adalah salah satu gejala diabetes yang harus diwaspadai. Ketika kadar gula darah tinggi, ginjal bekerja lebih keras untuk membantu membuang kelebihan gula melalui urine. Proses ini membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan, sehingga muncul rasa haus terus-menerus. Jika rasa haus terasa tidak biasa, muncul hampir sepanjang hari, dan tidak membaik seperti biasa, ini perlu diperhatikan.
2.Sering Buang Air Kecil
Sering buang air kecil, terutama pada malam hari, termasuk gejala diabetes yang umum. Karena tubuh berusaha membuang kelebihan glukosa lewat urine, produksi urine meningkat. Bila seseorang mulai lebih sering ke kamar mandi dari biasanya tanpa alasan yang jelas, kondisi ini bisa menjadi tanda yang perlu diperiksa, terutama bila disertai rasa haus yang meningkat.
3.Cepat Lelah
Diabetes dapat membuat tubuh terasa cepat lelah karena glukosa tidak dapat digunakan secara efektif sebagai sumber energi. Akibatnya, walaupun seseorang sudah makan cukup, tubuh tetap merasa lemah, lesu, atau kurang bertenaga. Rasa lelah ini tidak selalu ekstrem, tetapi bisa terasa menetap dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
4.Berat Badan Turun Tanpa Sebab
Penurunan berat badan yang tidak direncanakan juga termasuk gejala diabetes yang harus diwaspadai, terutama bila terjadi bersamaan dengan rasa haus, sering buang air kecil, dan mudah lelah. Saat tubuh tidak mendapat cukup energi dari glukosa, tubuh dapat mulai memecah lemak dan otot sebagai sumber energi. Mayo Clinic dan NIDDK mencantumkan hal ini sebagai salah satu tanda penting diabetes.
Kombinasi Gejala Lebih Menguatkan Kecurigaan
Satu gejala saja belum tentu berarti diabetes. Namun jika beberapa gejala inti muncul bersamaan, misalnya sering haus, sering buang air kecil, berat badan turun, dan mudah lelah, maka kecurigaan menjadi lebih kuat dan pemeriksaan medis sebaiknya tidak ditunda.
Gejala Lain yang Juga Sering Muncul
Selain tanda-tanda utama, diabetes juga dapat menimbulkan keluhan lain yang sering muncul pada sebagian orang. Beberapa gejala ini mungkin awalnya tidak langsung dikaitkan dengan gula darah tinggi, padahal cukup sering ditemukan pada penderita diabetes, khususnya tipe 2.
Penglihatan Kabur
Penglihatan kabur dapat terjadi ketika kadar gula darah tinggi memengaruhi cairan pada lensa mata. Kondisi ini bisa membuat fokus penglihatan berubah. Bila penglihatan mendadak sering kabur atau tidak sejelas biasanya tanpa penyebab yang jelas, hal ini patut diperhatikan, terutama jika disertai gejala diabetes lain.
Luka Sulit Sembuh
Luka atau sariawan yang lama sembuh sering dikaitkan dengan diabetes. Kadar gula darah tinggi dapat memengaruhi aliran darah, proses perbaikan jaringan, dan meningkatkan risiko infeksi. Karena itu, luka kecil yang tak kunjung membaik bisa menjadi tanda bahwa tubuh perlu diperiksa lebih lanjut.
Infeksi Berulang
Mayo Clinic menyebut diabetes dapat berkaitan dengan infeksi yang lebih sering terjadi, seperti infeksi kulit, gusi, atau infeksi jamur di area genital. NHS juga menyinggung gatal di area kelamin atau sariawan/jamur berulang sebagai gejala yang bisa muncul pada diabetes tipe 2. Jika infeksi mudah kambuh, hal ini layak dicermati.
Kesemutan atau Baal pada Tangan dan Kaki
NIDDK mencantumkan mati rasa atau kesemutan pada kaki atau tangan sebagai gejala yang dapat ditemukan, terutama pada diabetes tipe 2. Keluhan ini berkaitan dengan gangguan saraf akibat gula darah tinggi yang berlangsung lama. Walau tidak selalu muncul di awal, keluhan ini tidak boleh diabaikan.
Gejala Tambahan Bisa Terlihat “Tidak Khas”
Masalah penglihatan, luka lambat sembuh, atau infeksi berulang sering dianggap masalah terpisah. Padahal, jika dilihat bersama gejala utama diabetes, semuanya bisa saling berkaitan. Karena itu penting untuk melihat keluhan secara menyeluruh, bukan satu per satu.
Gejala Diabetes pada Anak dan Remaja
Diabetes bukan hanya masalah orang dewasa. CDC menyebut semakin banyak anak, remaja, dan dewasa muda yang mengalami diabetes tipe 2, sementara diabetes tipe 1 juga sering didiagnosis pada masa kanak-kanak walau dapat terjadi pada usia berapa pun. Orang tua perlu peka bila anak tampak lebih sering minum, lebih sering buang air kecil, cepat lelah, berat badan turun, atau mengompol kembali setelah sebelumnya sudah tidak.
Pada diabetes tipe 1, gejala pada anak bisa berkembang lebih cepat dan terasa lebih berat. Mayo Clinic menyebut mengompol pada anak yang sebelumnya tidak lagi mengompol dapat menjadi salah satu tanda yang perlu diperhatikan. Bila gejala muncul tiba-tiba dan tampak berat, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan.
Anak Bisa Tampak Sangat Haus dan Sangat Lelah
Anak yang terus meminta minum, sering ke toilet, atau terlihat jauh lebih lemas dari biasanya patut diperhatikan. Kadang tanda-tanda ini muncul hanya dalam waktu singkat. Karena anak belum tentu bisa menjelaskan keluhannya dengan detail, pengamatan dari orang tua sangat penting.
Penurunan Berat Badan pada Anak Tidak Boleh Diremehkan
Bila anak makan seperti biasa tetapi berat badan justru turun, kondisi ini bukan hal yang boleh dianggap sepele. Bersama gejala lain, hal ini bisa menjadi petunjuk adanya gangguan metabolisme yang perlu dievaluasi dokter.
Perubahan Perilaku Juga Bisa Terlihat
Sebagian anak dengan diabetes tipe 1 dapat tampak lebih mudah marah, lebih lelah, atau tampak tidak seperti biasanya. Mayo Clinic mencatat iritabilitas atau perubahan suasana hati dapat menyertai gejala diabetes.
Gejala Diabetes pada Kehamilan
Diabetes gestasional atau diabetes saat hamil sedikit berbeda. NIDDK menjelaskan bahwa diabetes gestasional biasanya tidak menimbulkan gejala yang jelas. Jika ada gejala, biasanya ringan, seperti lebih haus dari biasa atau lebih sering buang air kecil. Karena sering tanpa gejala, pemeriksaan kehamilan rutin sangat penting.
Artinya, pada ibu hamil, tidak adanya gejala bukan berarti tidak ada masalah. Justru karena banyak kasus tidak bergejala, tenaga kesehatan biasanya menganjurkan pemeriksaan gula darah pada waktu tertentu selama kehamilan.
Mengapa Diabetes Gestasional Sering Tidak Disadari
Keluhan seperti sering kencing atau mudah haus juga bisa terjadi pada kehamilan normal, sehingga tanda diabetes gestasional menjadi sulit dibedakan tanpa pemeriksaan. Inilah alasan skrining menjadi penting.
Tanda Bahaya yang Perlu Penanganan Segera
Selain gejala umum, ada tanda bahaya yang memerlukan perhatian segera. CDC menjelaskan bahwa pada diabetes tipe 1, sebagian orang bisa mengalami ketoasidosis diabetik atau DKA, yang dapat menjadi tanda pertama diabetes dan merupakan keadaan darurat medis. Gejalanya bisa meliputi mual, muntah, nyeri perut, napas cepat dan dalam, kulit dan mulut kering, napas berbau buah, sakit kepala, dan kelelahan berat.
Jika seseorang tampak sangat lemah, muntah terus-menerus, bernapas cepat, mengalami nyeri perut, tampak bingung, atau napasnya berbau manis seperti buah, kondisi ini memerlukan pertolongan medis segera. Tanda-tanda ini tidak boleh ditunggu membaik sendiri.
Mual, Muntah, dan Nyeri Perut Bukan Keluhan Biasa bila Disertai Gejala Diabetes
Pada diabetes tipe 1 yang memburuk, gejala bisa tampak lebih mendadak dan berat. Kombinasi haus, sering kencing, lemah berat, mual, muntah, dan nyeri perut perlu dianggap serius.
Napas Cepat dan Bau Buah Adalah Tanda Darurat
CDC secara khusus mencantumkan napas cepat-dalam dan napas berbau buah sebagai tanda DKA. Bila gejala ini ada, pemeriksaan medis darurat diperlukan.
Kapan Harus Memeriksakan Diri
Bila Anda mengalami gejala diabetes yang harus diwaspadai, terutama beberapa gejala sekaligus, langkah terbaik adalah berkonsultasi ke dokter atau fasilitas kesehatan agar dilakukan evaluasi dan, bila perlu, pemeriksaan gula darah. NIDDK menyarankan orang yang mengalami gejala diabetes untuk berbicara dengan tenaga kesehatan dan menanyakan apakah perlu dilakukan tes.
Pemeriksaan juga layak dipertimbangkan meski gejala terasa ringan, terutama bila ada faktor risiko seperti berat badan berlebih, riwayat keluarga dengan diabetes, kurang gerak, atau pernah diberitahu memiliki gula darah tinggi. Mayo Clinic juga menyoroti pentingnya skrining diabetes pada orang dewasa tertentu sesuai faktor risiko.
Jangan Menunggu Sampai Gejala Menjadi Berat
Masalah pada diabetes adalah gejalanya sering berkembang perlahan. Menunda pemeriksaan bisa membuat gula darah tinggi berlangsung lebih lama tanpa ditangani. Semakin cepat diketahui, semakin cepat langkah pencegahan komplikasi dapat dilakukan.
Cara Mengurangi Risiko Setelah Mengenali Gejalanya
Mengenali gejala adalah langkah awal, tetapi langkah berikutnya juga penting. Pada diabetes tipe 2, perubahan pola hidup seperti perbaikan makan, peningkatan aktivitas fisik, dan penurunan berat badan pada orang yang perlu dapat membantu pengelolaan kondisi, dan dalam sebagian kasus membantu perbaikan besar pada kontrol gula darah. NHS menegaskan perbaikan pola makan dan penurunan berat badan berperan penting pada diabetes tipe 2.
Meski begitu, langkah-langkah gaya hidup tidak menggantikan diagnosis. Jika gejala sudah muncul, pemeriksaan tetap diperlukan agar penyebab keluhan benar-benar jelas.
Gaya Hidup Sehat Tetap Penting, tetapi Diagnosis Tetap Utama
Banyak orang mencoba memperbaiki pola makan terlebih dahulu sambil menunggu. Itu boleh sebagai langkah umum yang sehat, tetapi jangan sampai hal tersebut membuat pemeriksaan medis tertunda, terutama jika gejala terus berlanjut.
Kesimpulan
Gejala diabetes yang harus diwaspadai meliputi sering haus, sering buang air kecil, cepat lelah, berat badan turun tanpa sebab, penglihatan kabur, luka sulit sembuh, infeksi berulang, dan pada sebagian orang kesemutan di tangan atau kaki. Pada diabetes tipe 2, gejala sering berkembang perlahan dan bisa tidak disadari. Pada diabetes tipe 1, gejala dapat muncul lebih cepat dan bisa menjadi berat. Pada diabetes gestasional, gejala sering kali tidak ada atau sangat ringan.
Karena diabetes dapat merusak organ tubuh bila tidak dikenali dan ditangani, mengenali gejala lebih awal sangat penting. Bila Anda atau orang terdekat mengalami beberapa tanda di atas, apalagi jika muncul bersamaan atau makin sering, sebaiknya segera periksakan diri. Dan jika muncul gejala berat seperti muntah, nyeri perut, napas cepat, atau napas berbau buah, cari pertolongan medis segera.
