Hidradenitis Suppurativa (HS) merupakan penyakit kulit kronis yang masih jarang dikenal masyarakat. Banyak penderita menganggap benjolan yang muncul di ketiak, selangkangan, bokong, atau lipatan tubuh lainnya hanyalah bisul biasa. Akibatnya, penanganan sering terlambat hingga penyakit berkembang menjadi lebih parah. Padahal, diagnosis dan pengobatan sejak dini dapat membantu mengurangi kekambuhan sekaligus mencegah komplikasi serius.
Penyakit ini terjadi akibat peradangan pada folikel rambut di area tubuh yang sering mengalami gesekan. Berbeda dengan jerawat biasa, HS dapat menyebabkan benjolan yang terasa nyeri, berisi nanah, pecah berulang, hingga meninggalkan jaringan parut permanen.
Karena gejalanya menyerupai infeksi kulit atau bisul, tidak sedikit pasien yang baru mendapatkan diagnosis setelah bertahun-tahun mengalami keluhan. Kondisi tersebut membuat kualitas hidup penderita menurun akibat rasa sakit, bau tidak sedap dari luka, hingga rasa tidak percaya diri dalam beraktivitas.
Apa Itu Hidradenitis Suppurativa?
Hidradenitis Suppurativa adalah penyakit inflamasi kronis pada kulit yang menyerang area lipatan tubuh, seperti:
Ketiak
Menjadi lokasi paling sering munculnya benjolan akibat gesekan kulit yang cukup tinggi.
Selangkangan
Area ini juga rentan mengalami peradangan karena lembap dan sering bergesekan saat bergerak.
Bokong dan Lipatan Payudara
Pada beberapa orang, benjolan juga dapat muncul di bokong maupun bawah payudara.
Hidradenitis Suppurativa bukan merupakan penyakit menular dan bukan pula disebabkan oleh kebersihan tubuh yang buruk. Hingga kini, penyebab pastinya belum diketahui secara pasti, tetapi diduga berkaitan dengan faktor genetik, sistem kekebalan tubuh, hormon, obesitas, serta kebiasaan merokok.
Gejala Awal yang Sering Diabaikan

Banyak penderita tidak menyadari bahwa benjolan yang muncul merupakan tanda awal HS.
Benjolan Nyeri Berulang
Awalnya muncul benjolan kecil yang terasa nyeri dan berada cukup dalam di bawah kulit.
Berisi Nanah
Seiring waktu, benjolan dapat membesar, berisi nanah, kemudian pecah dengan mengeluarkan cairan yang terkadang berbau tidak sedap.
Muncul Berulang di Lokasi yang Sama
Salah satu ciri khas HS adalah benjolan yang terus muncul pada area yang sama meskipun sudah sembuh sebelumnya.
Terbentuk Terowongan di Bawah Kulit
Pada stadium lanjut dapat terbentuk saluran atau terowongan (sinus tract) di bawah kulit yang menghubungkan beberapa luka sekaligus sehingga proses penyembuhan menjadi lebih sulit.
Mengapa Penyakit Ini Sering Terlambat Disadari?
Ada beberapa alasan mengapa HS sering terlambat terdiagnosis.
Mirip dengan Bisul
Sebagian besar pasien menganggap keluhan tersebut hanyalah bisul biasa sehingga hanya mengobatinya dengan salep atau antibiotik tanpa pemeriksaan lebih lanjut.
Lokasi yang Sensitif
Karena muncul di area pribadi seperti selangkangan atau bokong, banyak penderita merasa malu untuk berkonsultasi ke dokter.
Gejala Datang dan Pergi
Benjolan dapat sembuh sementara sebelum muncul kembali beberapa minggu atau bulan kemudian sehingga dianggap bukan penyakit serius.
Padahal, jika tidak ditangani sejak dini, HS dapat berkembang menjadi luka kronis, jaringan parut permanen, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Faktor Risiko yang Perlu Diperhatikan
Beberapa kondisi diketahui meningkatkan risiko seseorang mengalami HS.
Riwayat Keluarga
Adanya anggota keluarga yang mengalami penyakit serupa dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena HS.
Obesitas
Berat badan berlebih meningkatkan gesekan antar lipatan kulit sehingga memperparah peradangan.
Kebiasaan Merokok
Merokok diketahui menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan muncul maupun memburuknya HS.
Perubahan Hormon
Hidradenitis Suppurativa umumnya mulai muncul setelah masa pubertas dan dapat dipengaruhi perubahan hormon.
Meskipun memiliki faktor risiko tersebut, bukan berarti setiap orang pasti mengalami HS. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan apabila muncul gejala yang mencurigakan.
Komplikasi Jika Tidak Diobati
HS bukan sekadar penyakit kulit biasa. Jika terus dibiarkan, berbagai komplikasi dapat terjadi.
Luka Kronis
Luka terbuka dapat bertahan lama dan sulit sembuh.
Bekas Luka Permanen
Peradangan berulang akan meninggalkan jaringan parut yang cukup luas.
Infeksi Sekunder
Luka terbuka meningkatkan risiko infeksi bakteri tambahan.
Gangguan Psikologis
Nyeri kronis, bau dari luka, dan bekas luka yang terlihat sering membuat penderita mengalami stres, kecemasan, hingga depresi.
Bagaimana Dokter Menegakkan Diagnosis

Diagnosis HS umumnya dilakukan oleh dokter spesialis kulit melalui pemeriksaan fisik dan riwayat penyakit.
Dokter akan memperhatikan:
- Lokasi benjolan.
- Frekuensi kekambuhan.
- Adanya jaringan parut atau saluran di bawah kulit.
- Riwayat keluarga maupun faktor risiko lainnya.
Tidak ada pemeriksaan laboratorium khusus untuk memastikan HS. Namun, pada beberapa kasus dokter dapat mengambil sampel cairan dari luka untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi lain.
Pilihan Pengobatan Hidradenitis Suppurativa
Hingga saat ini belum ada terapi yang benar-benar menyembuhkan HS. Namun, berbagai pengobatan dapat membantu mengendalikan gejala.
Obat-obatan
Dokter dapat memberikan antibiotik, obat antiinflamasi, terapi hormonal, hingga obat biologis pada kasus sedang hingga berat.
Tindakan Bedah
Jika telah terbentuk saluran di bawah kulit atau jaringan parut yang luas, tindakan pembedahan mungkin diperlukan untuk mengangkat jaringan yang rusak.
Perawatan Luka
Luka perlu dijaga tetap bersih agar tidak terjadi infeksi tambahan.
Perubahan Gaya Hidup
Menurunkan berat badan, berhenti merokok, memakai pakaian longgar, dan mengurangi gesekan pada area yang terkena dapat membantu mengurangi kekambuhan.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Segera periksakan diri apabila mengalami kondisi berikut:
- Benjolan nyeri yang muncul berulang di lokasi yang sama.
- Luka yang mengeluarkan nanah atau berbau.
- Benjolan semakin banyak dalam waktu singkat.
- Nyeri mengganggu aktivitas sehari-hari.
- Luka tidak kunjung sembuh selama beberapa minggu.
Semakin cepat HS dikenali, semakin besar peluang untuk mengendalikan penyakit dan mencegah kerusakan kulit yang lebih berat.
Pentingnya Mengenali HS Sejak Dini

Hidradenitis Suppurativa merupakan penyakit kulit kronis yang masih sering tidak dikenali karena gejalanya menyerupai bisul biasa. Padahal, kondisi ini dapat berkembang menjadi luka kronis, membentuk jaringan parut permanen, hingga menurunkan kualitas hidup apabila tidak ditangani dengan tepat.
Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gejala awal HS menjadi langkah penting agar penderita segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit. Dengan diagnosis yang cepat, terapi yang sesuai, serta perubahan gaya hidup sehat, kekambuhan dapat ditekan dan komplikasi serius dapat dicegah.
