Waspadai Adiksi, Kebiasaan Berulang Bisa Mengganggu Aktivitas Sehari-hari

Kesehatan17 Views

Kebiasaan melakukan suatu aktivitas secara berulang tidak selalu menjadi masalah. Namun, ketika seseorang mulai kesulitan mengendalikan perilaku tersebut hingga pekerjaan, sekolah, hubungan sosial, waktu istirahat, atau tanggung jawab sehari-hari terganggu, kondisi itu perlu mendapatkan perhatian.

Karena itu, penting untuk waspadai adiksi, terutama ketika suatu kebiasaan perlahan mengambil porsi yang semakin besar dalam kehidupan. Adiksi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan zat tertentu. Dalam konteks kesehatan, terdapat pula gangguan akibat perilaku adiktif tertentu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), misalnya, memasukkan gambling disorder dan gaming disorder ke dalam kategori gangguan akibat perilaku adiktif dalam ICD-11. Gangguan tersebut berkaitan dengan pola perilaku berulang yang dapat menyebabkan tekanan atau gangguan bermakna terhadap fungsi kehidupan seseorang.

Waspadai Adiksi dari Kebiasaan yang Sulit Dikendalikan

Waspadai Adiksi dari Kebiasaan yang Sulit Dikendalikan

Tidak semua aktivitas yang dilakukan berulang kali dapat langsung disebut sebagai adiksi. Seseorang yang gemar bermain gim, menggunakan media sosial, berbelanja, atau melakukan kegiatan tertentu secara rutin belum tentu mengalami gangguan.

Hal yang perlu diperhatikan adalah kemampuan seseorang dalam mengendalikan kebiasaan tersebut dan dampaknya terhadap kehidupan.

WHO menjelaskan bahwa dalam gaming disorder, misalnya, salah satu karakteristik penting adalah berkurangnya kemampuan mengontrol aktivitas bermain. Permainan kemudian memperoleh prioritas lebih tinggi dibandingkan kegiatan lain, bahkan dapat terus dilakukan meskipun telah menimbulkan konsekuensi negatif.

Artinya, durasi saja bukan satu-satunya hal yang harus diperhatikan. Dampak terhadap kehidupan sehari-hari juga menjadi faktor penting.

Kenali Perubahan Prioritas dalam Kehidupan

Salah satu tanda yang patut diperhatikan adalah ketika kebiasaan tertentu mulai menggeser berbagai prioritas penting.

Seseorang mungkin awalnya melakukan aktivitas untuk hiburan setelah menyelesaikan pekerjaan. Namun, perlahan ia mulai menunda tugas, mengurangi waktu tidur, mengabaikan kegiatan bersama keluarga, atau kehilangan minat terhadap aktivitas lain karena ingin terus melakukan kebiasaan tersebut.

Dalam gangguan akibat perilaku adiktif yang diakui WHO, gangguan fungsi menjadi salah satu aspek penting. Dampaknya dapat terlihat pada kehidupan pribadi, keluarga, sosial, pendidikan maupun pekerjaan.

Tanda Kebiasaan Mulai Mengganggu Aktivitas Sehari-hari

Mengenali perubahan perilaku sejak awal dapat membantu seseorang mengevaluasi kebiasaan yang dijalani. Beberapa kondisi yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Kesulitan membatasi atau menghentikan suatu aktivitas.
  • Aktivitas tertentu mulai lebih diprioritaskan daripada pekerjaan, sekolah, keluarga, atau kebutuhan pribadi.
  • Tetap melakukan kebiasaan meskipun mengetahui adanya dampak negatif.
  • Waktu tidur dan istirahat berkurang karena aktivitas tersebut.
  • Produktivitas menurun atau tugas penting sering tertunda.
  • Hubungan dengan keluarga maupun lingkungan sosial mulai terganggu.
  • Merasa sulit menjalani rutinitas tanpa melakukan kebiasaan tertentu.

Namun, munculnya satu tanda tidak otomatis berarti seseorang mengalami adiksi. Diagnosis kondisi kesehatan mental atau gangguan perilaku memerlukan penilaian profesional berdasarkan gejala, tingkat keparahan, durasi, serta dampaknya terhadap kehidupan.

WHO sendiri menekankan bahwa diagnosis yang akurat merupakan langkah penting untuk menentukan perawatan yang sesuai.

Mengapa Kebiasaan Berulang Perlu Diperhatikan?

Kebiasaan merupakan bagian normal dalam kehidupan. Banyak kebiasaan justru memberikan manfaat, mulai dari berolahraga, membaca, hingga menjalankan rutinitas tidur yang teratur.

Masalah dapat muncul ketika seseorang kehilangan kendali dan kebiasaan tertentu mulai mengambil alih aktivitas lainnya.

Sebagai contoh, penggunaan perangkat digital secara berlebihan dapat berkaitan dengan berkurangnya aktivitas fisik, pola makan yang kurang sehat, gangguan tidur, hingga masalah fisik tertentu. WHO mengingatkan masyarakat yang bermain gim untuk memperhatikan waktu yang digunakan, terutama apabila aktivitas tersebut mulai menggantikan kegiatan sehari-hari atau berkaitan dengan perubahan kondisi fisik, psikologis, dan fungsi sosial.

Dampak Bisa Menjangkau Pekerjaan hingga Hubungan Sosial

Ketika pola perilaku tidak lagi terkendali, dampaknya dapat meluas. Pekerjaan yang biasanya selesai tepat waktu bisa tertunda, waktu bersama keluarga berkurang, hingga pola tidur menjadi tidak teratur.

Pada pelajar dan mahasiswa, kebiasaan yang berlebihan juga dapat mengurangi waktu belajar dan konsentrasi. Sementara bagi pekerja, kondisi tersebut dapat memengaruhi produktivitas dan kemampuan menjalankan tanggung jawab.

Karena itulah, yang perlu diperhatikan bukan sekadar seberapa sering seseorang melakukan suatu aktivitas, tetapi juga apakah aktivitas tersebut sudah menimbulkan gangguan nyata dalam kehidupan.

Cara Mengendalikan Kebiasaan agar Tidak Semakin Mengganggu

Cara Mengendalikan Kebiasaan agar Tidak Semakin Mengganggu

Langkah awal yang dapat dilakukan adalah mengenali pola kebiasaan. Catat kapan aktivitas biasanya dilakukan, berapa lama waktunya, serta kondisi apa yang sering menjadi pemicunya.

Membuat batas waktu juga dapat membantu. Misalnya, menentukan jadwal penggunaan perangkat digital, menyediakan waktu tanpa gawai sebelum tidur, atau menetapkan prioritas pekerjaan sebelum menjalankan aktivitas hiburan.

Selain itu, isi waktu dengan aktivitas alternatif seperti olahraga, membaca, bertemu keluarga atau teman, melakukan kegiatan kreatif, dan menjaga pola tidur.

Dukungan orang terdekat juga dapat membantu proses perubahan kebiasaan. Berbicara secara terbuka dengan keluarga atau orang yang dipercaya dapat memberikan perspektif mengenai perubahan perilaku yang mungkin tidak disadari.

Jangan Ragu Mencari Bantuan Profesional

Apabila kebiasaan sudah sulit dikendalikan dan mulai menyebabkan masalah serius dalam pekerjaan, pendidikan, hubungan sosial, keuangan, kesehatan, atau kehidupan keluarga, mencari bantuan tenaga profesional dapat menjadi langkah yang tepat.

Kementerian Kesehatan RI juga mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan jiwa, mengenali perubahan sejak dini, dan tidak menunggu masalah berkembang menjadi kondisi yang lebih berat sebelum mencari pertolongan.

Psikolog, psikiater, dokter, atau fasilitas pelayanan kesehatan dapat membantu melakukan penilaian sesuai kondisi masing-masing individu.

Waspadai Adiksi Tanpa Memberi Stigma

Kesadaran terhadap adiksi juga perlu dibarengi dengan sikap yang tidak menghakimi. Kesulitan mengendalikan suatu perilaku bukan persoalan yang tepat diselesaikan hanya dengan menyalahkan seseorang.

Hal yang lebih penting adalah mengenali perubahan, memahami dampaknya, dan mencari dukungan yang sesuai.

Waspadai adiksi ketika kebiasaan mulai mengambil alih prioritas, sulit dikontrol, dan mengganggu kehidupan sehari-hari. Semakin cepat perubahan dikenali, semakin cepat pula seseorang dapat mengambil langkah untuk memperbaiki pola hidup dan mencari bantuan apabila memang diperlukan.

Menjaga keseimbangan tetap menjadi kunci. Aktivitas yang menyenangkan dapat menjadi bagian dari kehidupan selama dilakukan secara terkontrol dan tidak mengorbankan kesehatan, pekerjaan, pendidikan, hubungan sosial, maupun tanggung jawab lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *