Identifikasi Pasien Jadi Bagian Penting Keselamatan, Mengapa Harus Dilakukan Berulang?

Berita, Kesehatan21 Views

Identifikasi pasien menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga keselamatan selama pelayanan kesehatan. Proses ini mungkin terlihat sederhana, seperti menanyakan nama dan tanggal lahir. Namun, pemeriksaan identitas mempunyai peran besar untuk memastikan tindakan, obat, pemeriksaan, maupun prosedur diberikan kepada orang yang tepat.

Bagi pasien yang menjalani perawatan cukup lama, pertanyaan mengenai identitas bahkan dapat terdengar berulang. Tenaga kesehatan yang sebelumnya sudah bertemu pasien mungkin kembali meminta nama lengkap atau informasi lain sebelum memberikan obat dan melakukan tindakan tertentu.

Pengulangan tersebut bukan sekadar formalitas. Organisasi keselamatan kesehatan menempatkan identifikasi yang tepat sebagai bagian penting dalam mencegah kesalahan pelayanan. WHO mencatat kesalahan identifikasi pasien termasuk kejadian yang dapat menyebabkan bahaya yang sebenarnya dapat dicegah dalam pelayanan kesehatan.

Lantas, mengapa identifikasi pasien perlu dilakukan berkali-kali meskipun tenaga kesehatan dan pasien mungkin sudah saling mengenal?

Identifikasi Pasien Bertujuan Memastikan Orang dan Pelayanan yang Tepat

Identifikasi Pasien Dan Tujuan utama identifikasi adalah memastikan seseorang benar-benar merupakan pasien yang dimaksud sekaligus mencocokkan pelayanan atau tindakan dengan pasien tersebut.

The Joint Commission menjelaskan bahwa proses identifikasi harus memastikan pasien merupakan orang yang memang dituju untuk mendapatkan pelayanan atau pengobatan tertentu. Standar tersebut juga menekankan penggunaan setidaknya dua identitas pasien ketika memberikan perawatan, pengobatan, atau pelayanan.

Identitas yang digunakan dapat berupa nama, tanggal lahir, nomor rekam medis, nomor identifikasi tertentu, atau informasi spesifik lainnya sesuai prosedur fasilitas kesehatan. Nomor kamar atau lokasi pasien tidak dianggap sebagai identitas unik karena lokasi dapat berubah dan digunakan pasien lain.

Mengurangi Risiko Pasien Tertukar

Rumah sakit maupun fasilitas pelayanan kesehatan dapat menangani banyak orang dalam waktu bersamaan. Bukan tidak mungkin terdapat pasien dengan nama sama atau hampir sama.

Situasi seperti itu membuat tenaga kesehatan tidak cukup hanya mengenali wajah atau mengingat lokasi tempat pasien dirawat.

Verifikasi identitas membantu memastikan bahwa informasi dalam rekam medis, obat, hasil laboratorium, dan tindakan medis benar-benar diberikan kepada pasien yang sesuai.

Mengapa Identifikasi Pasien Harus Dilakukan Berulang?

Pertanyaan yang sama dapat muncul beberapa kali selama pasien berada di fasilitas kesehatan. Misalnya, perawat menanyakan identitas sebelum memberikan obat, kemudian petugas laboratorium kembali melakukan verifikasi sebelum mengambil sampel.

Pengulangan tersebut merupakan bagian dari lapisan pemeriksaan keselamatan. Identitas tidak hanya diperiksa ketika seseorang pertama kali mendaftar, tetapi juga pada berbagai tahapan pelayanan.

WHO merekomendasikan pemeriksaan identitas dan pencocokan pasien dengan pelayanan yang benar sebelum tindakan diberikan. WHO juga mendorong penggunaan setidaknya dua identitas untuk membantu proses verifikasi.

Setiap Tindakan Memiliki Risiko Kesalahan

Kesalahan identifikasi dapat terjadi pada berbagai tahap diagnosis maupun pengobatan. Karena itu, pemeriksaan yang dilakukan saat pendaftaran tidak otomatis menggantikan pemeriksaan sebelum tindakan berikutnya.

Sebagai contoh, tenaga kesehatan dapat melakukan verifikasi kembali sebelum memberikan obat, mengambil darah atau spesimen, memberikan transfusi, maupun menjalankan prosedur tertentu.

The Joint Commission secara khusus mencantumkan penggunaan sedikitnya dua identitas sebelum pemberian obat dan komponen darah, pengambilan sampel untuk pemeriksaan klinis, serta pemberian tindakan atau prosedur.

Dua Identitas Membantu Meningkatkan Ketepatan Verifikasi

Penggunaan dua identitas dimaksudkan agar tenaga kesehatan tidak bergantung hanya pada satu informasi.

Nama lengkap, misalnya, belum tentu selalu cukup karena terdapat kemungkinan dua pasien memiliki nama serupa. Menambahkan tanggal lahir atau nomor rekam medis dapat membantu memberikan pembeda.

Nomor Kamar Bukan Identitas Utama

Nomor kamar atau tempat tidur mungkin terlihat sebagai cara paling cepat untuk mengenali pasien. Namun, informasi tersebut menunjukkan lokasi, bukan identitas seseorang.

Pasien dapat berpindah kamar selama menjalani perawatan. Tempat tidur yang sebelumnya digunakan seseorang juga dapat digunakan pasien lain.

Itulah sebabnya standar keselamatan menekankan penggunaan informasi yang secara spesifik berkaitan dengan individu. The Joint Commission menyatakan nomor kamar bukan contoh identitas unik pasien.

Identifikasi Penting Sebelum Pemberian Obat

Pemberian obat merupakan salah satu aktivitas yang memerlukan ketelitian. Sebelum obat diberikan, petugas perlu memastikan bahwa pasien yang menerimanya sesuai dengan instruksi dan catatan pelayanan.

Proses identifikasi menjadi salah satu pemeriksaan untuk mencegah obat diberikan kepada orang yang salah.

Keselamatan penggunaan obat menjadi perhatian penting karena WHO menyebut kesalahan terkait obat sebagai salah satu sumber bahaya yang dapat dicegah dalam pelayanan kesehatan.

Verifikasi Juga Penting dalam Pemeriksaan Laboratorium

Prinsip yang sama berlaku ketika sampel darah atau spesimen lainnya diambil.

Sampel perlu dikaitkan dengan identitas pasien yang benar. Kesalahan pada tahap ini berpotensi membuat hasil pemeriksaan dikaitkan dengan orang yang berbeda.

The Joint Commission juga menetapkan bahwa wadah yang digunakan untuk darah dan spesimen lainnya perlu diberi label di hadapan pasien sebagai bagian dari praktik identifikasi yang aman.

Pasien Dapat Ikut Mendukung Proses Identifikasi

Keselamatan pelayanan bukan hanya berkaitan dengan prosedur yang dilakukan tenaga kesehatan. Pasien juga dapat berpartisipasi dengan memberikan informasi identitas secara jelas ketika diminta.

Ketika petugas kembali menanyakan nama atau tanggal lahir, pasien sebaiknya memahami bahwa pertanyaan tersebut merupakan bagian dari proses verifikasi.

Jangan Heran Jika Pertanyaan yang Sama Diulang

Pasien mungkin merasa petugas sudah mengenalnya karena sebelumnya telah beberapa kali bertemu. Namun, mengenali wajah tidak selalu cukup untuk setiap situasi pelayanan.

Setiap tahapan dapat melibatkan tenaga kesehatan berbeda, mulai dari dokter, perawat, apoteker, petugas laboratorium, hingga petugas di unit pemeriksaan lainnya.

Karena itu, pertanyaan identitas yang berulang sebaiknya dipahami sebagai salah satu mekanisme pemeriksaan sebelum pelayanan diberikan.

Identifikasi Pasien Menjadi Lapisan Penting dalam Keselamatan Pelayanan

Identifikasi pasien merupakan prosedur sederhana yang mempunyai fungsi penting dalam pelayanan kesehatan. Tujuannya bukan sekadar mencatat siapa pasien yang datang, melainkan memastikan orang yang tepat memperoleh pemeriksaan, obat, dan tindakan yang memang ditujukan kepadanya.

Itulah sebabnya proses identifikasi dapat dilakukan berulang pada berbagai tahapan pelayanan. Penggunaan setidaknya dua identitas, verifikasi sebelum tindakan, serta pencocokan informasi dengan layanan yang akan diberikan merupakan langkah yang digunakan untuk mengurangi risiko kesalahan.

Bagi pasien, pengulangan pertanyaan mengenai identitas mungkin terasa sederhana atau bahkan repetitif. Namun, di balik proses tersebut terdapat prinsip keselamatan penting: memastikan pelayanan yang benar diberikan kepada pasien yang benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *