Achilles tendon rupture merupakan salah satu cedera pada kaki yang perlu diwaspadai, terutama ketika seseorang melakukan aktivitas fisik dengan gerakan mendadak. Kondisi ini terjadi ketika tendon Achilles mengalami robekan sebagian atau seluruhnya sehingga dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk berjalan dan menggerakkan kaki secara normal.
Tendon Achilles merupakan jaringan kuat yang menghubungkan otot betis dengan tulang tumit. Jaringan tersebut memiliki peran penting dalam membantu tubuh melakukan berbagai gerakan, seperti berjalan, berlari, melompat, hingga berdiri menggunakan ujung kaki.
Meski lebih sering dikaitkan dengan aktivitas olahraga, Achilles tendon rupture juga dapat terjadi dalam aktivitas sehari-hari. Risiko dapat meningkat pada orang yang memiliki masalah pada tendon sebelumnya, kurang melakukan pemanasan, atau melakukan aktivitas fisik melebihi kemampuan tubuh.
Mengenal Achilles Tendon Rupture

Achilles tendon rupture adalah kondisi ketika tendon Achilles mengalami robekan. Cedera dapat berupa robekan sebagian maupun putus sepenuhnya. Ketika tendon mengalami kerusakan berat, fungsi kaki dapat terganggu dan membutuhkan pemeriksaan medis untuk menentukan penanganan yang tepat.
Bagaimana cedera ini bisa terjadi?
Cedera biasanya muncul ketika tendon mendapatkan tekanan atau tarikan secara tiba-tiba. Gerakan seperti berlari cepat, melompat, mengubah arah secara mendadak, atau mendarat setelah lompatan dapat memberikan beban besar pada tendon.
Dalam sejumlah kasus, seseorang dapat merasakan sensasi seperti ada sesuatu yang menghantam bagian belakang pergelangan kaki. Rasa sakit kemudian muncul dan diikuti kesulitan menggerakkan kaki.
Selain aktivitas olahraga, faktor tertentu juga dapat membuat tendon lebih rentan mengalami cedera. Usia, kondisi tendon yang sebelumnya mengalami peradangan atau cedera, serta peningkatan intensitas olahraga secara tiba-tiba dapat menjadi beberapa faktor yang perlu diperhatikan.
Gejala Achilles Tendon Rupture yang Perlu Diperhatikan
Gejala Achilles tendon rupture dapat muncul secara tiba-tiba. Tingkat keluhan dapat berbeda-beda tergantung tingkat kerusakan tendon.
Nyeri dan sensasi seperti hentakan
Salah satu tanda yang sering muncul adalah rasa sakit mendadak pada bagian belakang pergelangan kaki atau betis. Sebagian orang menggambarkannya seperti terkena pukulan atau hentakan keras pada bagian tersebut.
Setelah cedera, pembengkakan dapat muncul di sekitar tendon. Memar juga dapat terjadi, terutama ketika kerusakan jaringan cukup berat.
Kesulitan berjalan dan berdiri
Kerusakan tendon Achilles dapat membuat seseorang kesulitan berjalan secara normal. Kemampuan untuk mendorong tubuh menggunakan ujung kaki juga dapat berkurang.
Pada kondisi tertentu, penderita bahkan kesulitan berdiri dengan bertumpu pada satu kaki yang mengalami cedera. Kondisi tersebut menjadi alasan penting untuk segera mendapatkan pemeriksaan tenaga medis.
Siapa yang Berisiko Mengalami Cedera?
Achilles tendon rupture dapat dialami siapa saja, tetapi beberapa kelompok memiliki risiko yang lebih tinggi. Orang yang aktif melakukan olahraga dengan gerakan eksplosif, seperti sepak bola, basket, tenis, dan olahraga lari, perlu memperhatikan kondisi tendon.
Risiko juga dapat meningkat ketika seseorang yang jarang berolahraga tiba-tiba melakukan aktivitas dengan intensitas tinggi. Tubuh membutuhkan proses adaptasi sehingga peningkatan beban latihan sebaiknya dilakukan secara bertahap.
Faktor usia dan kondisi tendon
Seiring bertambahnya usia, elastisitas tendon dapat mengalami perubahan. Kondisi tersebut dapat membuat tendon lebih rentan terhadap tekanan tertentu.
Riwayat cedera atau masalah pada tendon Achilles juga perlu diperhatikan. Jika sebelumnya pernah mengalami keluhan pada area tersebut, aktivitas fisik sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi tubuh.
Penggunaan obat tertentu juga dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan tendon. Karena itu, penggunaan obat harus mengikuti anjuran dokter, terutama apabila seseorang memiliki faktor risiko tertentu.
Diagnosis dan Penanganan Achilles Tendon Rupture

Ketika dicurigai mengalami Achilles tendon rupture, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakan. Dokter biasanya akan menilai keluhan, memeriksa kondisi kaki, serta melakukan pemeriksaan fisik tertentu.
Pemeriksaan untuk memastikan kondisi tendon
Pemeriksaan dapat dilakukan dengan melihat kemampuan pasien menggerakkan kaki dan melakukan gerakan tertentu. Dalam situasi tertentu, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan pencitraan seperti ultrasonografi atau magnetic resonance imaging (MRI) untuk membantu melihat kondisi tendon.
Hasil pemeriksaan menjadi dasar dalam menentukan metode penanganan. Pilihan terapi dapat berbeda berdasarkan usia, tingkat aktivitas, kondisi kesehatan, lokasi robekan, dan tingkat kerusakan tendon.
Penanganan dapat dilakukan secara konservatif atau operasi
Pada beberapa kasus, penanganan dapat dilakukan tanpa operasi. Metode tersebut dapat melibatkan penggunaan penyangga atau gips serta program rehabilitasi yang dilakukan secara bertahap.
Sementara itu, operasi dapat dipertimbangkan pada kondisi tertentu, khususnya apabila tendon mengalami putus total atau terdapat pertimbangan medis tertentu. Keputusan mengenai operasi harus dilakukan bersama dokter setelah mempertimbangkan manfaat dan risiko.
Proses pemulihan membutuhkan waktu dan tidak sebaiknya dilakukan secara terburu-buru. Program fisioterapi dapat membantu mengembalikan kekuatan dan fungsi kaki secara bertahap.
Pentingnya Pencegahan Cedera
Achilles tendon rupture tidak selalu dapat dicegah. Namun, beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengurangi risiko cedera, terutama bagi orang yang rutin berolahraga.
Lakukan pemanasan sebelum beraktivitas
Pemanasan membantu mempersiapkan tubuh sebelum melakukan aktivitas dengan intensitas lebih tinggi. Peregangan dan latihan ringan dapat menjadi bagian dari persiapan sebelum olahraga.
Selain itu, intensitas latihan sebaiknya ditingkatkan secara bertahap. Hindari perubahan beban latihan yang terlalu drastis karena tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Penggunaan sepatu olahraga yang sesuai juga penting. Sepatu yang mendukung aktivitas dapat membantu memberikan kenyamanan sekaligus mengurangi beban berlebihan pada kaki.
Jangan abaikan nyeri pada tendon
Rasa sakit yang terus muncul di sekitar tendon Achilles sebaiknya tidak diabaikan. Beristirahat dan melakukan pemeriksaan apabila keluhan menetap dapat membantu mencegah masalah berkembang menjadi cedera yang lebih serius.
Jika muncul nyeri mendadak, pembengkakan, atau kesulitan berjalan setelah melakukan aktivitas fisik, segera hentikan aktivitas dan konsultasikan kondisi tersebut kepada tenaga kesehatan.
Kenali Cedera Sejak Dini untuk Mendukung Pemulihan

Achilles tendon rupture merupakan cedera yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari apabila tidak ditangani dengan tepat. Mengenali gejala sejak awal menjadi langkah penting agar pemeriksaan dan penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi pasien.
Aktivitas fisik tetap memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Namun, olahraga perlu dilakukan dengan memperhatikan kemampuan tubuh, pemanasan yang cukup, peningkatan intensitas secara bertahap, serta waktu istirahat yang memadai.
Apabila mengalami cedera pada bagian belakang pergelangan kaki atau betis setelah aktivitas fisik, jangan memaksakan diri untuk terus beraktivitas. Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan dan menentukan langkah pemulihan yang sesuai.
