Cara Mencuci Tangan yang Benar untuk Membantu Cegah Infeksi

Kesehatan12 Views

Cara mencuci tangan yang benar adalah membasahi tangan dengan air bersih, menggunakan sabun, menggosok seluruh permukaan tangan, lalu membilas dan mengeringkannya. Kebiasaan ini membantu mengurangi perpindahan kuman dari tangan ke mulut, hidung, mata, makanan, atau orang lain.

Tangan menyentuh banyak benda sepanjang hari, mulai dari gagang pintu hingga telepon seluler. Karena itu, menjaga kebersihan tangan merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan di rumah, sekolah, tempat kerja, maupun saat mengunjungi fasilitas kesehatan. Kuncinya bukan mencuci tangan sesering mungkin tanpa alasan, melainkan melakukannya dengan baik pada waktu yang tepat.

Mengapa Cuci Tangan Pakai Sabun Penting?

Mengapa Cuci Tangan Pakai Sabun Penting

Kuman adalah sebutan umum untuk organisme sangat kecil yang sebagian dapat menyebabkan penyakit. Kuman bisa berpindah ketika tangan menyentuh permukaan yang terkontaminasi, kemudian menyentuh wajah atau makanan. Mencuci tangan pakai sabun membantu melepaskan kotoran dan kuman dari kulit agar terbawa air saat dibilas.

Sabun biasa sudah dapat digunakan untuk kebersihan tangan sehari-hari. Yang perlu diperhatikan adalah apakah seluruh bagian tangan telah terkena sabun dan digosok, termasuk sela jari, ibu jari, serta ujung jari. Membasahi tangan sebentar tanpa menggosoknya dengan sabun belum menjalankan langkah tersebut secara lengkap.

Kebiasaan kecil dengan manfaat luas

Kebersihan tangan tidak berdiri sendiri sebagai satu-satunya cara mencegah penyakit. Namun, WHO menempatkannya sebagai bagian penting dari upaya mengurangi penyebaran penyakit menular di masyarakat. Kebiasaan ini dapat dilakukan oleh anggota keluarga dari berbagai usia, dengan bantuan orang dewasa bagi anak yang belum mampu mencuci tangan sendiri.

Menyiapkan sabun di dekat tempat cuci tangan juga memudahkan keluarga melakukannya secara konsisten. Jika tempat mencuci tangan mudah dijangkau, seseorang tidak perlu menunda membersihkan tangan setelah melakukan kegiatan yang membuatnya kotor.

Kapan Waktu Penting untuk Mencuci Tangan?

Mengingat waktu penting mencuci tangan sama perlunya dengan memahami langkahnya. WHO menekankan kebersihan tangan sebelum menyiapkan makanan, sebelum makan atau membantu orang lain makan, setelah menggunakan toilet, setelah batuk atau bersin, serta ketika tangan tampak kotor.

Sebelum menangani makanan dan setelah dari toilet

Cucilah tangan sebelum memasak atau menyiapkan makanan yang akan langsung dimakan. Lakukan pula sebelum makan dan sebelum membantu anak atau anggota keluarga lain makan. Setelah menggunakan toilet atau membersihkan kotoran anak, segera cuci tangan pakai sabun sebelum kembali menyentuh makanan maupun benda yang digunakan bersama.

Di rumah, pengingat sederhana di dekat dapur atau kamar mandi dapat membantu membentuk kebiasaan. Orang tua juga dapat memberi contoh langsung kepada anak, sebab melihat dan mengikuti langkah yang sama berulang kali biasanya lebih mudah daripada hanya mendengar instruksi.

Setelah batuk, bersin, atau membersihkan hidung

Tangan juga perlu dibersihkan setelah batuk, bersin, atau membuang ingus. Jika sedang berada di luar rumah, usahakan tidak menyentuh makanan atau wajah sebelum tangan dibersihkan. Ketika tangan terlihat kotor, gunakan sabun dan air, bukan sekadar mengelapnya pada pakaian. who.int

Cara Mencuci Tangan yang Benar, Langkah demi Langkah

Mencuci tangan tidak memerlukan perlengkapan rumit. Air bersih dan sabun sudah cukup untuk melakukan langkah dasarnya. CDC menganjurkan menggosok tangan yang telah diberi sabun selama setidaknya 20 detik sebelum membilasnya.

Ratakan sabun hingga bagian yang sering terlewat

Basahi tangan, beri sabun, lalu gosok telapak dan punggung tangan. Bersihkan sela jari, bagian sekitar ibu jari, dan ujung jari dekat kuku. Kementerian Kesehatan RI memasukkan bagian-bagian tersebut dalam panduan langkah cuci tangan pakai sabun. Setelahnya, bilas dengan air bersih dan keringkan tangan.

Lakukan gerakan dengan nyaman tanpa menggosok kulit secara berlebihan. Tujuannya adalah memastikan semua permukaan tangan dibersihkan. Jika anak masih belajar, dampingi hingga ia dapat menjangkau bagian tangan yang sering terlupa.

Bagaimana jika tidak tersedia sabun dan air?

Ketika sabun dan air tidak tersedia serta tangan tidak tampak kotor, pembersih tangan berbahan alkohol dengan kadar minimal 60 persen dapat menjadi pilihan. Gunakan sesuai petunjuk pada kemasan, ratakan ke seluruh permukaan tangan, lalu gosok sampai kering. Jika tangan tampak kotor, cucilah dengan sabun dan air saat fasilitasnya tersedia.

Hand sanitizer berguna saat bepergian, tetapi menyediakannya tidak perlu membuat keluarga melupakan tempat cuci tangan. Di rumah dan tempat kerja, keberadaan air bersih serta sabun tetap penting agar kebiasaan mencuci tangan mudah dilakukan.

Menjaga Kebiasaan tanpa Mengabaikan Keluhan Kesehatan

Mulailah dari waktu yang paling mudah diingat, misalnya sebelum makan dan setelah dari toilet. Sediakan sabun, lalu ajak anggota keluarga mengikuti langkah yang sama. Dengan pengulangan, cara mencuci tangan yang benar dapat menjadi bagian wajar dari kegiatan sehari-hari.

Kebersihan tangan membantu mengurangi risiko penularan, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan medis. Bila Anda atau anggota keluarga mengalami keluhan kesehatan yang menetap atau mengkhawatirkan, konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Anda dapat memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan seperti RSUD KELET dan membaca artikel kesehatan lainnya untuk memperluas pemahaman tentang pencegahan penyakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *