Kaki sering kesemutan merupakan keluhan yang cukup umum. Sensasinya dapat terasa seperti tertusuk jarum, kebas, geli, terbakar, atau mati rasa pada bagian tertentu dari kaki.
Dalam banyak kasus, kesemutan bersifat sementara. Duduk bersila terlalu lama, menindih kaki saat tidur, atau mempertahankan posisi tertentu dapat memberikan tekanan pada saraf dan mengganggu aliran darah sementara. Sensasi tersebut biasanya berangsur menghilang setelah posisi tubuh diubah.
Namun, kesemutan yang terus berulang, bertahan lama, atau disertai keluhan lain tidak sebaiknya selalu dianggap sepele. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan gangguan saraf maupun masalah kesehatan tertentu yang membutuhkan pemeriksaan.
Lantas, apa saja penyebab kaki kesemutan dan kapan seseorang perlu menemui dokter?
Kaki Sering Kesemutan Bisa Disebabkan Banyak Hal
Kaki sering kesemutan dalam istilah medis termasuk dalam kelompok sensasi yang disebut parestesia. Keluhan ini dapat terjadi sementara maupun berlangsung kronis.
Kaki sering kesemutan sementara umumnya terjadi akibat tekanan pada saraf. Contoh sederhananya adalah ketika seseorang duduk dalam posisi yang sama terlalu lama.
Setelah tekanan berkurang, sensasi normal biasanya kembali secara bertahap.
Berbeda halnya jika kaki sering kesemutan tanpa pemicu yang jelas. Pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk mencari penyebabnya.
Posisi Tubuh Dapat Memicu Kesemutan Sementara
Duduk bersila atau menekuk kaki terlalu lama dapat menekan saraf. Akibatnya, kaki terasa kebas kemudian muncul sensasi seperti ditusuk-tusuk ketika posisi tubuh berubah.
Jenis kesemutan seperti ini biasanya hanya berlangsung singkat.
Berjalan atau menggerakkan kaki perlahan dapat membantu mengurangi tekanan. Namun, apabila keluhan tidak kunjung hilang setelah posisi diperbaiki, penyebab lain perlu dipertimbangkan.
Neuropati Perifer Bisa Menjadi Penyebab

Salah satu kondisi yang dapat menyebabkan kesemutan berkepanjangan adalah neuropati perifer.
Neuropati perifer terjadi ketika saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang mengalami kerusakan. Gejalanya dapat meliputi kesemutan, mati rasa, rasa terbakar, nyeri menusuk, hingga kelemahan otot.
Keluhan sering dimulai dari bagian kaki dan dapat berkembang secara bertahap.
Diabetes Dapat Berkaitan dengan Kerusakan Saraf
Diabetes merupakan salah satu penyebab neuropati perifer yang banyak ditemukan.
Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf dan pembuluh darah kecil yang memasok saraf. Kondisi ini dikenal sebagai neuropati diabetik.
Penderita dapat mengalami kebas, kesemutan, atau nyeri pada kaki.
Mati rasa pada penderita diabetes juga perlu mendapat perhatian karena luka pada kaki mungkin tidak segera terasa. Luka yang terlambat diketahui dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Kekurangan Vitamin Tertentu Perlu Diperhatikan
Kondisi nutrisi tertentu juga dapat memengaruhi fungsi saraf.
Salah satunya adalah kekurangan vitamin B12. Vitamin ini berperan dalam menjaga kesehatan sistem saraf serta pembentukan sel darah.
Kekurangan vitamin B12 dalam jangka panjang dapat menimbulkan kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki, gangguan keseimbangan, kelemahan, hingga masalah neurologis lainnya.
Jangan Sembarangan Mengonsumsi Suplemen
Meskipun kekurangan vitamin dapat menyebabkan kesemutan, bukan berarti setiap orang yang mengalami keluhan tersebut perlu langsung mengonsumsi suplemen dosis tinggi.
Kesemutan memiliki banyak kemungkinan penyebab. Selain itu, konsumsi vitamin atau suplemen tertentu secara berlebihan juga dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan.
Pemeriksaan dokter dapat membantu menentukan apakah memang terdapat kekurangan nutrisi dan apakah suplementasi diperlukan.
Saraf Terjepit Juga Dapat Menimbulkan Kesemutan
Masalah pada tulang belakang dan saraf dapat menyebabkan sensasi yang menjalar hingga kaki.
Misalnya, tekanan atau iritasi pada saraf skiatik dapat menyebabkan nyeri, kesemutan, mati rasa, atau kelemahan yang menjalar dari punggung bawah menuju bokong dan kaki.
Keluhan dapat terjadi pada salah satu sisi tubuh.
Perhatikan Jika Disertai Nyeri Menjalar
Apabila kesemutan muncul bersama nyeri dari punggung atau pinggang yang menjalar menuju kaki, pemeriksaan medis dapat diperlukan.
Dokter akan mengevaluasi lokasi keluhan, kekuatan otot, refleks, dan fungsi sensorik untuk membantu mengetahui saraf yang mungkin terlibat.
Pemeriksaan penunjang tidak selalu diperlukan pada setiap pasien dan akan disesuaikan dengan temuan klinis.
Kapan Kaki Sering Kesemutan Perlu Diperiksa?
Kesemutan yang muncul sesekali setelah duduk dalam posisi tertentu umumnya tidak mengkhawatirkan apabila segera menghilang.
Sebaliknya, kaki sering kesemutan perlu diperiksakan apabila terjadi terus-menerus, semakin sering, tidak mempunyai pemicu yang jelas, atau mulai mengganggu aktivitas.
Pemeriksaan juga perlu dipertimbangkan apabila kesemutan disertai kelemahan otot, kehilangan keseimbangan, nyeri, mati rasa yang semakin luas, atau perubahan kemampuan berjalan.
Kesemutan Mendadak Bisa Menjadi Kondisi Darurat
Ada situasi ketika kesemutan atau mati rasa membutuhkan pertolongan medis segera.
Kesemutan atau mati rasa yang muncul mendadak pada satu sisi tubuh, terutama jika disertai wajah mencong, kelemahan lengan atau tungkai, kesulitan berbicara, gangguan penglihatan, kehilangan keseimbangan, atau sakit kepala hebat dapat menjadi tanda stroke.
Kondisi tersebut memerlukan pertolongan darurat dan tidak boleh ditunggu hingga gejalanya menghilang sendiri.
Pertolongan segera juga diperlukan apabila mati rasa atau kelemahan terjadi setelah cedera serius, berkembang cepat, atau disertai kehilangan kontrol buang air kecil maupun buang air besar.
Bagaimana Dokter Mencari Penyebab Kesemutan?

Pemeriksaan biasanya dimulai dengan menanyakan pola keluhan.
Dokter dapat menanyakan kapan kesemutan muncul, bagian kaki yang terdampak, berapa lama berlangsung, serta apakah terdapat keluhan lain.
Riwayat diabetes, penggunaan obat, konsumsi alkohol, pola makan, cedera, maupun gangguan kesehatan sebelumnya juga dapat menjadi informasi penting.
Pemeriksaan Disesuaikan dengan Kondisi Pasien
Setelah pemeriksaan fisik dan neurologis, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan tambahan sesuai dugaan penyebab.
Tes darah, misalnya, dapat digunakan untuk menilai kadar gula darah, vitamin tertentu, atau kondisi lain yang berkaitan dengan gangguan saraf.
Dalam keadaan tertentu, pemeriksaan fungsi saraf atau pencitraan juga dapat dipertimbangkan.
Karena penyebab kesemutan sangat beragam, pengobatan akan diarahkan pada kondisi yang mendasarinya, bukan hanya menghilangkan sensasinya.
Jangan Abaikan Kesemutan yang Terus Berulang
Kaki sering kesemutan tidak selalu menunjukkan penyakit serius. Apabila terjadi setelah kaki tertindih atau duduk terlalu lama dan segera menghilang setelah bergerak, keluhan tersebut umumnya bersifat sementara.
Namun, pola yang terus berulang atau menetap perlu diperhatikan. Diabetes, neuropati perifer, kekurangan vitamin B12, hingga tekanan pada saraf merupakan beberapa kondisi yang dapat menimbulkan keluhan serupa.
Perhatikan pula gejala yang menyertai. Kesemutan bersama kelemahan, gangguan berjalan, nyeri berkepanjangan, atau mati rasa yang semakin luas merupakan alasan untuk mendapatkan evaluasi medis.
Sementara jika kesemutan muncul secara mendadak bersama tanda-tanda stroke, pertolongan darurat perlu dicari sesegera mungkin.
Dengan mengetahui pola dan gejala penyerta, kaki sering kesemutan dapat ditangani secara lebih tepat dan penyebab yang mendasarinya dapat diketahui lebih dini.
